Hakikat Kematian Dalam Islam

Manusia hidup akan menempuh dua kehidupan, yaitu kehidupan dunia dan kehidupan di akhirat. Kehidupan yang kita jalani hari ini di dunia adalah kehidupan yang sangat singkat. Setelah manusia menjalani kehidupan di dunia. Manusia akan menjalani kehidupan yang kekal yaitu kehidupan alam akhirat. Untuk menuju kehidupan yang kekal, manusia mengalami suatu peristiwa yang dinamakan dengan kematian.

Kematian atau ajal merupakan sebuah peristiwa akhir dari kehidupan, dan ketiadaannya nyawa dalam tubuh makhluk hidup. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mengalami proses kematian. Kematian itu sendiri merupakan batas paling akhir dari semua kehidupan makhluk hidup yang ada di dunia. Pernahkah Kamu mendengarkan Khutbah tentang kematian ? Lalu mengapa banyak orang mengatakan jika kematian memiliki arti istirahat dengan tenang? Dan tahukah Kamu tentang rahasia kematian?

Dibawah ini akan diulas mengenai rahasia kematian yang sering dilupakan oleh  manusia.

Rahasia Hakikat Kematian Dalam Islam

Pixabay.com
  • Peristiwa kematian menandai putusnya kesempatan manusia untuk beramal Pada saat kematian datang, maka tidak ada kesempatan bagi manusia untuk mengumpulkan amal ibadah sebab kesempatan tersebut telah berakhir.

Dalam Q.S Al-Fajr ayat 23-24 dijelaskan “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam, dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shaleh)untuk hidupku ini.

  • Setelah peristiwa kematian berlangsung, terdapat fitnah kubur serta azab kubur. Fitnah kubur berupa pertanyaan-pertanyaan di dalam kubur mengenai siapa Tuhan, Agama, serta Nabinya. Bagi orang yang beriman, Allah SWT akan memudahkannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
  • Bagi orang yang beriman, Allah akan memerintahkan malaikat untuk menghamparkan surga baginya, memakaikan pakaian surga dan membukakan pintu surga yang sejuk dan berbau harum yang akan menghiasi kuburannya. Kemudian diluaskannya kubur sejauh mata memandang.
  • Sedangkan, bagi orang kafir tidaklah dia bisa menjawb pertanyaan-peranyaan tersebut. Maka akan dihamparkan neraka baginya, maka hawa panas akan menyelimuti kuburannya serta bau busuk akan menyeruak dari kuburannya.
  • Pertanggung jawaban di hadapan Allah tentang amal ibadah yang dilakukan selama hidup di dunia. Pada saat hari kiamat datang, akan ada hari yang dinamakan hari hisab dan pertimbangan amal ibadah yang dilakukan selama hidup didunia.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist “perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan : yaitu kematian.” HR. at-Tirmidzi). Pesan tersebut sangatlah penting untuk diingat oleh setiap manusia jika ingin selamat pada kehidupan dunia dan akhirat. Kematian adalah peristiwa yang tidak bisa dihindarkan bagi mereka yang bernyawa. Tahukah Kamu, terdapat tiga kategori manusia terkait dengan kematian. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Tiga Kategori Manusia Terkait Kematian

Pixabay.com
  • Manusia yang lalai dan enggan untuk mengingat kematian. Kematian dianggap sebagai sesuatu hal yang biasa dan bahkan kematian merupakan suatu hal yang bisa merusak kenikmatan duniawi.
  • Pada suatu kondisi tertentu manusia ingat pada peristiwa kematian, tapi di kesempatan lain mereka lupa dan lalai. Bahkan mereka lebih memikirkan tentang kehidupan duniawinya.
  • Manusia yang lebih banyak mengingat kematian. Mereka yang selau ingat dengan kehidupan setelah kematian namun juga tidak melupakan aktivitas kehidupan dunianya. Seberapa banyak kebahagiaan duniawi yang diraihnya, mereka tidak pernah lupa jika setiap yang berjiwa pasti akan mengalami peristiwa kematian. Dan setelah kematian pasti akan ada kehidupan yang kekal, yaitu alam akhirat.

Orang yang selau ingat dengan kematian adalah orang yang selalu ingat akan kebesaran Illahi dan selalu waspada dengan apa yang diperbuatnya.